NiceCAR rental mobil Banjarmasin siap sedia melayani anda, segera hubungi 0813-4801-2200

Kenapa Banjarmasin Disebut Kota Seribu Sungai ?

Rental Mobil Banjarmasin - Setelah subuh setiap hari Sabtu dan Minggu, sebagian besar dari warga di Kota Banjarmasin umumnya bergegas pergi ke pusat kota untuk melakukan berbagai aktifitas mereka. Warga tumpah ruah di ruas - ruas jalan protokol di sekitar Masjid Raya Sabilal Muhtadin, terutama di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Pierre Tendean. Dua ruas jalan terbesar disini adalah sejajar dengan Sungai Martapura dimana selalu menjadi pusat keramaian pada akhir pekan.

Banjarmasin Kota Seribu Sungai

Berbagai kegiatan dilakukan oleh masyarakat di masing – masing ruas jalan tersebut. Kondisi ini sering terjadi karena memang menjadi pusat keramaian kota dimana terdapat taman - taman tepian sungai, yang oleh masyarakat setempat disebut siring. Aktivitas mingguan di jalan dan siring adalah olahraga, seperti jalan sehat, joging, senam pagi, dan bersepeda atau hanya sekedar nongkrong bersama teman – teman sambil menikmati wisata kuliner khas Banjarmasin yang banyak tersedia di taman – taman tepian sungai merupakan pemandangan alam yang terjadi setiap hari terutama pada Hari Sabtu dan Minggu atau hari libur nasional. Tak jarang pula pada hari – hari tertentu ada kegiatan kampanye suatu produk, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat oleh sekelompok remaja putra dan putri atau pelajar SMA dan mahasiswa/wi.

Sebagai kawasan wisata sungai berbasis seni dan budaya, sejak 2014 yang lalu setiap akhir pekan, Pasar Terapung dihadirkan di tengah keramaian kota, tanpa menghilangkan makna Pasar Terapung Tradisional di Muara Sungai Kuin. Tujuh puluh pedagang dari warga asli Kota Banjarmasin dan desa – desa kecil di sekitarnya dikumpulkan untuk berjualan di kawasan siring setiap Sabtu dan Minggu. Tujuannya adalah agar masyarakat dan pengunjung mudah melihat dan mengenali keberadaan dari Pasar Terapung tersebut.

Menurut pemkot Kota Banjarmasin, mereka telah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk menciptakan kawasan wisata sungai terasri di tengah kota yang mampu menghidupkan Pasar Terapung sebagai salah satu bentuk unik dari sebuah pasar tradisional orang Banjar. Namun, dana yang dikeluarkan tersebut ternyata sebanding dengan manfaatnya bagi masyarakat dan para pengunjung. Bahkan, manfaatnya terhadap kehidupan warga kota dan desa – desa di sekitarnya adalah jauh lebih besar. Setiap Sabtu dan Minggu, ketika cuaca sedang cerah, pengunjung yang datang ke siring adalah sekitar 2.000 sampai 3.000 orang berupa warga setempat dan wisatawan domestik hingga turis asing.

Tempat Wisata Banjarmasin Terus Ditata

Wali Kota Banjarmasin menjelaskan bahwa pemkot berkomitmen dalam mengembangkan Banjarmasin menjadi sebuah kota cerdas, sehat, dan nyaman bagi warga dan para pengunjungnya sebagai wisatawan domestik dan turis asing. Salah satu upayanya ialah dengan berkesinambungan dalam menata wajah kota agar menjadi asri dan hijau. Mereka ingin menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota cerdas, sehat, aman dan nyaman dengan kekhasannya yaitu sebagai kota sungai menjadi magnet wisata paling menarik di Kota Banjarmasin.

Banjarmasin sejak dulu memang dikenal dengan julukan Kota Seribu Sungai. Menurut catatan Dinas Sumber Daya Air dan Drainase Kota Banjarmasin, terdapat 102 sungai besar dan kecil yang melintasi Banjarmasin. Sungai Martapura merupakan yang istimewa. Sungai itu melintas di tengah – tengah kota dan seolah - olah membelah Banjarmasin menjadi dua bagian. Saat ini pemkot berupaya menyelesaikan pembangunan siring di pusat kota. Panjang total siring di sisi timur dan barat Sungai Martapura adalah sekitar 6 kilometer. Pemkot mulai menata kawasan padat di Jalan Veteran, yang terletak tidak jauh dari area siring.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Kenapa Banjarmasin Disebut Kota Seribu Sungai ?"

Post a Comment